Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Berita Terkini Hari Ini- Uskup Koajutor Baru Bameng Ditahbiskan di Mongolia Dalam, China

Minggu, 09 Agustus 2026 | Agustus 09, 2026 WIB Last Updated 2026-08-11T15:39:27Z

Uskup Koajutor Baru Bameng Ditahbiskan di Mongolia Dalam, China

BAMENG, CHINA —  Melangsir dari media VATICAN NEWS - Gereja Katolik di wilayah Bameng, Mongolia Dalam, China, memiliki seorang uskup koajutor baru setelah Pastor Francis Xavier Duan Yongkun menerima tahbisan episkopal pada 29 Juli 2026. Tahbisan tersebut berlangsung di Bameng dan menjadi bagian dari perkembangan terbaru dalam proses penunjukan para uskup Katolik di China.

Duan Yongkun sebelumnya menjalankan pelayanan sebagai vikaris keuskupan Bameng. Ia kemudian ditetapkan oleh Paus Leo XIV sebagai Uskup Koajutor Bameng pada 15 Juni 2026. Penunjukan tersebut dilakukan dalam kerangka Perjanjian Sementara antara Takhta Suci dan Republik Rakyat China mengenai pengangkatan uskup.

Francis Xavier Duan Yongkun lahir pada 6 Desember 1980 di Hangjin Houqi, wilayah Mongolia Dalam. Pendidikan calon imam ditempuhnya di Seminari Teologi Hebei sejak 2000 hingga 2007. Perjalanan pelayanan pastoralnya kemudian berkembang di wilayah Bameng hingga akhirnya ia dipercaya mengemban tanggung jawab sebagai uskup koajutor.

Sebagai uskup koajutor, Duan Yongkun memiliki kedudukan penting dalam kehidupan pastoral Keuskupan Bameng. Jabatan tersebut juga secara khusus mempersiapkan dirinya untuk melanjutkan pelayanan kepemimpinan keuskupan ketika terjadi pergantian kepemimpinan di masa mendatang.

Tahbisan ini berlangsung hanya beberapa hari setelah kabar mengenai tahbisan uskup Katolik lainnya di wilayah Mongolia Dalam. Rangkaian tersebut menunjukkan berlanjutnya proses pengangkatan dan penahbisan uskup di China melalui mekanisme yang melibatkan Takhta Suci dan pihak berwenang China.

Bagi komunitas Katolik setempat, kehadiran uskup koajutor baru diharapkan dapat memperkuat pelayanan pastoral sekaligus mendukung kehidupan umat di wilayah Bameng. Peristiwa tersebut juga menjadi bagian dari perkembangan hubungan antara Gereja Katolik dan China yang terus berlangsung dalam kerangka Perjanjian Sementara antara Takhta Suci dan pemerintah China.

Tidak ada komentar:

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update