GAZA — Situasi kemanusiaan di Jalur Gaza kembali menjadi perhatian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) setelah operasi militer yang berlangsung dinilai semakin mengganggu kehidupan masyarakat sipil. Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) melaporkan bahwa kerusakan tempat tinggal dan meningkatnya perpindahan penduduk membuat kebutuhan dasar warga semakin sulit dipenuhi. Lembaga-lembaga kemanusiaan mendesak agar bahan-bahan penting seperti kayu, tali, lampu tenaga surya, serta peralatan sederhana dapat segera memasuki Gaza untuk memperbaiki tempat penampungan dan memperluas bantuan kepada keluarga yang terdampak. Dalam sepekan terakhir, pekerja kemanusiaan disebut telah memperbaiki hampir 3.000 tempat tinggal darurat di Gaza City dan menyalurkan bantuan kebutuhan mendesak kepada sekitar 9.000 keluarga.
Kekhawatiran kemanusiaan juga muncul di wilayah lain. Dalam sebuah operasi militer Israel di sebuah kamp pengungsi di sebelah utara Yerusalem, 16 warga Palestina dilaporkan mengalami luka-luka, sementara lebih dari 60 orang ditangkap. Tim Bulan Sabit Merah Palestina menangani para korban dan mengevakuasi sejumlah pasien. Sementara itu, kantor pers yang dikelola Hamas menuduh telah terjadi ribuan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata selama 300 hari terakhir, dengan korban jiwa dan luka dalam jumlah besar. Tuduhan tersebut merupakan klaim dari pihak Hamas dan perlu dibedakan dari laporan independen mengenai situasi di lapangan.
Di tengah kondisi tersebut, sejumlah negara, yakni Uni Emirat Arab, Qatar, Yordania, Indonesia, Pakistan, Türkiye, Arab Saudi, dan Mesir, mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam apa yang mereka sebut sebagai pelanggaran berkelanjutan terhadap gencatan senjata di Gaza. Perkembangan ini kembali menempatkan perlindungan warga sipil dan kelancaran akses bantuan kemanusiaan sebagai persoalan mendesak dalam upaya meredakan krisis yang terus berlangsung.
Sumber: Vatican News, 6 Agustus 2026, ulasan Nathan Morley mengenai UN concern over disrupted life in Gaza.


Tidak ada komentar: