Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

RENUNGAN HARIAN KATOLIK, 11 AGUSTUS 2026

Senin, 10 Agustus 2026 | Agustus 10, 2026 WIB Last Updated 2026-08-10T14:57:59Z

Renungan Harian Katolik – 11 Agustus 2026

“Menjadi Kecil agar Semakin Besar di Mata Tuhan”

Bacaan: Yeh 2:8–3:4; Mzm 119:14.24.72.103.111.131; Mat 18:1-5,10,12-14

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,

Dalam kehidupan, kita sering mengukur kebesaran seseorang berdasarkan jabatan, kekayaan, prestasi, pengaruh, atau banyaknya orang yang menghormatinya. Kita ingin dianggap penting. Kita ingin keberadaan kita diperhatikan. Bahkan tanpa sadar, terkadang kita ingin menjadi yang paling unggul dibandingkan orang lain.


Namun, Injil hari ini memberikan ukuran yang berbeda. Ketika para murid bertanya kepada Yesus, “Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Surga?”, Yesus tidak menunjuk orang yang memiliki kekuasaan atau kedudukan tinggi. Ia justru memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka.


Yesus mengajarkan bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga, manusia perlu bertobat dan menjadi seperti anak kecil.

Menjadi seperti anak kecil bukan berarti menjadi kekanak-kanakan. Yang dimaksud Yesus adalah memiliki hati yang sederhana, rendah hati, tulus, dan mampu percaya. Seorang anak menyadari bahwa dirinya membutuhkan orang lain. Ia tidak merasa mampu melakukan semuanya seorang diri.


Demikian pula dalam hubungan kita dengan Tuhan. Kita perlu menyadari bahwa hidup kita sepenuhnya bergantung kepada-Nya. Kita boleh memiliki kemampuan, pendidikan, pengalaman, pekerjaan, dan berbagai keberhasilan. Tetapi semua itu tidak boleh membuat kita melupakan Tuhan sebagai sumber kehidupan.


Bacaan pertama dari Kitab Yehezkiel juga memberikan pesan yang sangat kuat. Nabi menerima firman Tuhan dan diminta untuk memakannya. Gambaran ini menunjukkan bahwa Sabda Allah harus benar-benar masuk ke dalam kehidupan kita. Sabda Tuhan tidak cukup hanya didengar pada saat mengikuti Misa atau dibaca sesekali. Sabda itu harus menjadi bagian dari hati dan pikiran kita sehingga akhirnya terlihat dalam cara kita berbicara, mengambil keputusan, dan memperlakukan orang lain.


Kadang-kadang kita rajin mendengarkan firman Tuhan, tetapi masih sulit mengampuni. Kita membaca tentang kasih, tetapi masih mudah membenci. Kita mendengar tentang kerendahan hati, tetapi masih ingin dipuji. Karena itu, tantangan seorang beriman bukan hanya mengetahui Sabda Tuhan, melainkan membiarkan Sabda itu mengubah hidupnya.


Dalam Injil, Yesus kemudian berbicara tentang seekor domba yang tersesat. Seorang gembala rela meninggalkan yang sembilan puluh sembilan untuk mencari satu domba yang hilang.


Gambaran ini memperlihatkan betapa berharganya setiap manusia di hadapan Allah. Mungkin bagi manusia, satu orang yang tersesat dianggap tidak terlalu penting. Tetapi bagi Tuhan, satu jiwa tetap berharga.


Ini menjadi penghiburan bagi kita ketika mengalami kegagalan. Mungkin kita pernah merasa jauh dari Tuhan karena kesalahan masa lalu. Mungkin kita merasa tidak layak datang kepada-Nya. Jangan menyerah. Tuhan bukan pribadi yang menunggu kita menjadi sempurna baru kemudian menerima kita.


Tuhan justru datang mencari kita ketika kita tersesat.

Kasih Allah tidak membuat kita nyaman untuk terus berada dalam kesalahan. Sebaliknya, kasih-Nya memanggil kita untuk kembali. Ia mencari bukan untuk menghukum, tetapi untuk menyelamatkan dan memulihkan.


Maka hari ini, marilah kita bertanya kepada diri sendiri: Apakah saya masih memiliki hati yang sederhana di hadapan Tuhan? Apakah saya lebih mengejar pengakuan manusia daripada menyenangkan hati Allah? Apakah saya bersedia menerima Sabda Tuhan meskipun Sabda itu menegur dan mengubah kebiasaan saya?


Menjadi kecil di hadapan Tuhan berarti berani berkata, “Tuhan, aku membutuhkan-Mu.”

Itulah kerendahan hati yang sejati.

Kita tidak harus menjadi orang paling terkenal untuk menjadi berharga di mata Tuhan. Kita tidak harus memiliki banyak hal untuk dicintai-Nya. Yang Tuhan kehendaki adalah hati yang terbuka, rendah hati, dan mau berjalan bersama-Nya.


Jika hari ini kita merasa seperti domba yang tersesat, percayalah bahwa Tuhan sedang mencari kita. Jika kita merasa kecil dan tidak berarti, ingatlah bahwa di mata Tuhan kita sangat berharga.


Mari menjadi kecil dalam kesombongan, tetapi besar dalam kasih. Menjadi rendah hati di hadapan Tuhan, tetapi kuat dalam melakukan kebaikan.


Doa Penutup

Tuhan Yesus yang penuh kasih,

ajarilah kami memiliki hati yang sederhana seperti seorang anak kecil. Jauhkan kami dari kesombongan, keinginan untuk dipuji, dan kebutuhan untuk selalu dianggap lebih baik daripada orang lain.

Bantulah kami menerima Sabda-Mu dengan hati terbuka, sehingga firman-Mu bukan hanya kami dengarkan, tetapi sungguh-sungguh kami hidupi.

Ketika kami tersesat, carilah kami. Ketika kami jatuh, angkatlah kami. Ketika kami merasa tidak berharga, yakinkanlah kami bahwa kasih-Mu tidak pernah meninggalkan kami.

Semoga hari ini kami mampu menjadi pribadi yang lebih rendah hati, lebih peduli kepada sesama, dan semakin percaya kepada-Mu.


Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.


Tidak ada komentar:

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update