Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Berita Terkini Hari Ini - Kemenhut Catat 1.532 Hotspot Karhutla hingga 20 September 2026, Kalteng Tertinggi

Senin, 21 September 2026 | September 21, 2026 WIB Last Updated 2026-09-21T13:05:48Z
foto:unsplash

Kemenhut Catat 1.532 Hotspot Karhutla hingga 20 September 2026, Kalteng Tertinggi

Jakarta — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mencatat peningkatan jumlah titik panas atau hotspot yang terindikasi berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia. Berdasarkan pemantauan hingga 20 September 2026, terdapat 1.532 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi yang terdeteksi secara nasional. Angka tersebut bertambah 209 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang berada di level 1.323 titik.

Data tersebut berasal dari Sistem Pemantauan Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi) Kemenhut dengan memanfaatkan informasi satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20. Pemantauan hingga pukul 23.59 WIB pada 20 September menunjukkan bahwa Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan jumlah hotspot paling banyak di antara provinsi prioritas penanganan karhutla.

Kalimantan Tengah tercatat memiliki 968 hotspot. Sementara itu, Sumatera Selatan berada di urutan berikutnya dengan 285 titik, disusul Kalimantan Barat sebanyak 98 titik, Kalimantan Selatan 39 titik, Jambi 26 titik, serta Riau yang tercatat memiliki satu hotspot.

Kemenhut menyebut kondisi di Kalimantan Tengah masih menjadi perhatian dalam operasi pengendalian karhutla. Meski jumlah titik panas di wilayah tersebut mulai mengalami penurunan dibandingkan pemantauan sebelumnya, peningkatan yang terjadi di Sumatera Selatan turut menjadi pertimbangan dalam menentukan wilayah yang membutuhkan penanganan lebih intensif.

Pemerintah terus menjalankan berbagai langkah pengendalian karhutla melalui operasi di darat maupun udara. Upaya tersebut mencakup patroli, pemadaman, pembasahan kawasan terdampak, pendinginan, hingga penggunaan pesawat untuk membantu penanganan kebakaran sesuai kondisi di lapangan.

Kemenhut juga mengingatkan bahwa data hotspot tidak dapat langsung diartikan sebagai jumlah kejadian kebakaran atau luas lahan yang terbakar. Titik panas merupakan indikasi adanya anomali suhu permukaan yang ditangkap oleh sensor satelit. Karena itu, setiap indikasi masih membutuhkan pengecekan lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya.

Dengan meningkatnya jumlah hotspot secara nasional, pemantauan dan penanganan karhutla terus dilakukan secara terpadu. Pemerintah menempatkan sejumlah wilayah dengan konsentrasi titik panas tinggi sebagai prioritas untuk mencegah potensi kebakaran berkembang dan menimbulkan dampak yang lebih luas bagi lingkungan maupun masyarakat.


tags : Kemenhut, hotspot karhutla, karhutla 2026, kebakaran hutan dan lahan, titik panas Indonesia, hotspot Indonesia, karhutla Kalimantan Tengah, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, kebakaran hutan, kebakaran lahan, SiPongi, pemantauan karhutla, titik panas 20 September 2026, berita karhutla terbaru, berita Kemenhut, karhutla hari ini, berita Indonesia terbaru

Tidak ada komentar:

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update