ANTAM Integrasikan Likuiditas 9 Entitas untuk Perkuat Pendanaan Perusahaan
JAKARTA – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melakukan pembaruan dalam pengelolaan keuangan dengan mengintegrasikan posisi likuiditas sembilan entitas dalam lingkungan Grup ANTAM. Langkah tersebut diarahkan untuk membuat sumber dana internal dapat dimanfaatkan secara lebih optimal guna mendukung kebutuhan pendanaan dan modal kerja perusahaan.
Upaya tersebut dilakukan melalui penerapan Cash Management System Notional Pooling (CMSysNP). Sistem ini memungkinkan posisi kas ANTAM dan sejumlah entitas anak diperhitungkan dalam satu mekanisme secara virtual, sehingga pengelolaan likuiditas dapat dilakukan tanpa harus memindahkan dana secara fisik dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya.
Penerapan mekanisme tersebut berangkat dari adanya perbedaan kondisi keuangan antarentitas dalam Grup ANTAM. Dalam pengelolaan sebelumnya, masing-masing entitas menangani kas secara terpisah. Akibatnya, terdapat perusahaan yang memiliki kelebihan dana pada saat entitas lain membutuhkan tambahan likuiditas untuk membiayai kegiatan operasional maupun modal kerja.
Melalui integrasi tersebut, kelebihan likuiditas yang tersedia di lingkungan grup dapat diperhitungkan sebagai bagian dari ekosistem pendanaan internal. Pendekatan ini memungkinkan ANTAM mengoptimalkan sumber daya keuangan yang sudah tersedia sekaligus mengurangi ketergantungan pada pengadaan dana dari luar grup untuk kebutuhan tertentu.
Inovasi pengelolaan likuiditas tersebut juga mendapat pengakuan dalam ajang International Quality & Productivity Convention (IQPC) 2026 di Bangkok. Tim SS Solutiva ANTAM memperoleh dua penghargaan, yakni Excellence Award dan Best Presentation, melalui inovasi pengelolaan likuiditas berbasis CMSysNP.
Direktur Utama ANTAM Untung Budiharto menyampaikan bahwa transformasi perusahaan tidak hanya dilakukan pada aktivitas operasional pertambangan, tetapi juga mencakup pengelolaan keuangan. Menurutnya, integrasi likuiditas tersebut menjadi salah satu cara untuk mengubah dana yang tersebar di berbagai entitas menjadi sumber daya finansial yang dapat dikelola secara lebih terkoordinasi.
Langkah ini sejalan dengan upaya ANTAM menjaga efisiensi dan ketahanan keuangan perusahaan. Sebelumnya, pada semester I 2026, ANTAM mencatat laba bersih Rp6,91 triliun dengan kas dan setara kas sebesar Rp9,23 triliun. Perseroan juga menyatakan akan melanjutkan efisiensi biaya, peningkatan produktivitas, serta disiplin pengelolaan keuangan untuk menjaga kinerja dan arus kas.
tags: ANTAM, ANTM, PT Aneka Tambang Tbk, likuiditas ANTAM, pendanaan perusahaan, cash management, CMSysNP, Grup ANTAM, keuangan ANTAM, bisnis, ekonomi, saham ANTM, perusahaan tambang, berita ekonomi, berita bisnis


Tidak ada komentar: