Pemerintah Yordania melihat momentum tersebut bukan hanya sebagai peristiwa keagamaan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memperkuat posisi negara itu sebagai salah satu tujuan utama ziarah umat Kristiani. Peringatan dua ribu tahun baptisan Yesus dinilai dapat menegaskan warisan sejarah dan spiritual Yordania sekaligus membawa pesan tentang hidup berdampingan, penghormatan terhadap perbedaan, perdamaian, kasih, dan persaudaraan umat manusia. Pemerintah menyatakan akan mengerahkan berbagai sumber daya untuk mendukung persiapan menuju perayaan besar pada 2030.
Sejumlah rencana pengembangan kawasan sekitar situs baptisan juga mulai dibahas. Di antaranya pembangunan kawasan terpadu bagi peziarah dan wisatawan, pendirian museum yang berkaitan dengan baptisan Yesus, pengembangan koridor hijau, serta peningkatan berbagai fasilitas dan infrastruktur di sekitar lokasi. Komite nasional juga berencana membentuk kelompok-kelompok kerja khusus yang melibatkan para ahli untuk memastikan setiap program dapat dipersiapkan dan dilaksanakan secara terkoordinasi.
Keterlibatan berbagai denominasi Kristen dalam komite tersebut turut menunjukkan dimensi ekumenis dari rencana peringatan ini. Perwakilan Gereja Ortodoks Yunani, Gereja Katolik Latin, Gereja Anglikan, dan Gereja Lutheran Evangelis tercatat menjadi bagian dari struktur komite bersama pejabat pemerintah dan pengelola kawasan baptisan. Dengan persiapan yang dimulai jauh sebelum 2030, Yordania berharap peringatan dua ribu tahun baptisan Yesus dapat menjadi momentum penting bagi kehidupan ziarah Kristen sekaligus menghadirkan pesan perdamaian dan persaudaraan dari kawasan Timur Tengah kepada dunia.
Sumber utama: Vatican News – Jordan begins preparations for 2,000-year anniversary of Jesus' baptism


Tidak ada komentar: