![]() |
| Ilustrasi (unplash/Laura Ockel) |
Di tengah kondisi tersebut, pemerintah juga terus berupaya memulihkan akses menuju wilayah terdampak. Sejumlah ruas jalan yang sebelumnya mengalami gangguan mulai kembali dapat digunakan, termasuk jalur yang menghubungkan Ende dan Nagekeo. Pemulihan akses menjadi bagian penting dalam penanganan bencana karena jalur transportasi dibutuhkan untuk mempercepat pengiriman bantuan sekaligus mendukung mobilitas tim penanganan di lapangan.
Sementara itu, distribusi kebutuhan bagi masyarakat terdampak terus dilakukan. BNPB mencatat total bantuan logistik yang telah dikirim sejak 15 hingga 21 Agustus 2026 mencapai 776 ton. Pada Jumat, sebanyak 65 ton bantuan kembali diberangkatkan melalui jalur udara, dengan tujuan Maumere dan Labuan Bajo. Bantuan tersebut selanjutnya akan disalurkan kepada warga terdampak melalui jalur darat, laut, maupun udara sesuai kondisi dan akses di masing-masing wilayah.
Bertambahnya jumlah pengungsi menunjukkan bahwa penanganan gempa NTT masih membutuhkan perhatian serius. Selain memastikan kebutuhan dasar warga di tempat pengungsian terpenuhi, pemerintah juga perlu menjaga agar akses menuju daerah terdampak tetap terbuka sehingga bantuan dapat diterima masyarakat secara cepat dan merata.
SesawiCorJesu
Tags:Kompas.com, Detik.com, Merdeka.com, Tribunnews.com


Tidak ada komentar: